Tuesday, December 29, 2009

Wow.. Cantiknya.. Eh Dapet Panghasilan Tambahan?? Alhamdulillah ^___^

"Karena sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan; Sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan". Surat ke 94, Makkiyah, Al Insyirah ayat 5-6.


Kisah ini terjadi saat Nisa ada di semester 5. Nisa sebagai ketua kelas mata kuliah Sistem Otomasi tentu menjadi sangat dekat dengan Pak Yudha Prasetyo, sang pengajar. Hari itu, hari Senin, saat UAS Sistem Otomasi yang seharusnya berlangsung pukul 13.00. Jam 1 siang, Nisa sudah di TU sambil nangis-nangis! Tau ga kenapa?? KTMku hilang! O my God…… Sesuai peraturan kampus tentu saja hal ini sama halnya dengan NISA TIDAK BOLEH IKUT UAS SOTO, walaupun hati ini sudah merengek-rengek minta izin ke setiap dosen, bahkan kepada Pak YP.

Betapa hancurnya hatiku saat itu *lebay*. Terbayang sudah bakal mengulang mata kuliah SOTO tahun depan. Betapa malu pula diri ini terhadap Pak YP, anak didiknya yang bisa mengerjakan tiap soal UTS SOTO dengan cara yang berbeda namun hasil menakjubkan, dan hal ini dibahas di depan kelas pula *mengingat hal baik tentang soto, yang kukerjakan UTS dengan sambil berdoa. Alhamdulillah. hehehe*.

Malu, sedih, marah, seluruh isi kos-kosan sudah Nisa obok-obok­, tetap saja ga ada. Sebenarnya boleh ikut ujian bila ada surat keterangan hilang dari polisi. Sudah. NISA PASRAH. Teman-teman baik datang ke kos untuk menghibur.

Tiba-tiba ada telepon dari TU, mengabarkan bahwa KTMku ditemukan di TU. Ternyata dari tadi ditempel di kaca, namun karena letaknya agak di bawah, tentu saja tak ada yang menyadarinya. Ow,, KTM Nisa ternyata tertinggal di kelas saat UAS pada minggu sebelumnya, di hari terakhir, hari Jum’at. Subhanallah. Alhamdulillah! Segera Nisa kontak Pak YP untuk mengabarkan hal ini, dan bertambah bahagia dan bersyukurnya Nisa karena Pak YP mengizinkan adanya UAS SOTO susulan di keesokan harinya pukul 11.00 di ruangannya di lantai 2.

Huf,, Alhamdulillah! Sebenarnya yang membuat Nisa betul-betul teringat akan kisah ini ialah, pengalaman miracle Nisa di hari keduanya, yakni di mana Nisa harus menjalani UAS SOTO susulan. Karena jadwal UAS itu siang, sekitar pukul 9nan Nisa makan di warung Bu Tatik. Makan sambil baca-baca slide *berusaha yang terbaik^^*.

Saat Nisa sedang menikmati sarapan, tiba-tiba ada seseorang masuk warung sambil berucap “Assalamu’alaikum”. Subhanllah.. dalam hati Nisa bergetar “hari gini ada orang masuk warung aja bilang assalamu’alaikum,, subhanallah,, keren banget orang ini, siapa sih”. Nisa menoleh membalikkan badan. Wah, ternyata yang masuk warung itu ialah seorang wanita *lebih tepatnya IBU* muda, cantik, dan berjilbab ok. Cantik dah pokoknya!

Ya sudah, Nisa lanjutkan sesi menghabiskan isi piring sarapan, terus Nisa bayar. Kebetulan si Ibu itu masih di warung itu, ngobrol sama penjualnya. Kami sama-sama selesai membayar makanan, kami keluar dari warung. Kebetulan lagi motor si Ibu parkir di dekat motor Nisa.

Kemudian Ibu itu menyapaku, “Mbak mahasiswa ya? Mbak ajarin anakku dong,, lesin anakku”. SUBHANALLAH… inilah pekerjaan pertamaku *yang MENGHASILKAN*, kuperoleh dengan cara yang tidak Nisa sangka-sangka sebelumnya, dimana teman-teman Nisa sampai ikut LBB untuk menghasilkan dana tambahan *tentu gaji mereka dipotong untuk LBB tersebut*, Nisa malah mendapat tawaran pekerjaan, Alhamdulillah… Nisa jawab dengan santun, “Baik Bu, Nisa pikirkan dulu selama 2 hari. Nanti Nisa insyaAllah hubungi Ibu lagi”.

Bu Sari nama beliau dan Nisa MENERIMA PEKERJAAN itu. Nisa sayang sama Keluarga Bu Sari. Sayang pula dengan dua anak laki-lakinya yang juga Nisa ajar *lupa namanya*. Kakanya cakep, adiknya lucu, imut *ngarep anak cowok. Hahaha*. Karakter mereka tak bisa Nisa lupa.

I love them!. Ya Allah berkatilah keluarga Bu Sari.

Berkatilah hidup kami semua, bahagia dunia akhirat. Always. Amiin.

Alhamdulillah .. ^^

*foto iseng di studio* hehehe


Love Nisa,

1 comment:

Christine Natalina Panjaitan (CNP23) said...

Sumber: http://ikangfawzi-liriklagu.blogspot.com

"Aku Cinta Kamu": Kontemplasi Ikang Fawzi

Lagu ini tercipta oleh salah seorang kawan baik Ikang Fawzi bernama Rudi Gagola yang mengambil inspirasi dari inspirator utama Ikang saat itu--sicantik Marissa Haque bintang film ternama Indonesia yang sedang naik daun serta memenangi sejumlah penghargaan diberbagai Festival Film nasional dan internasional. Rudi Gagola menangkap getaran cinta terdalam Ikang kepada sang aktris terbaik Indonesia saat yang membulatkan tekadnya untuk bersegera mengawininya. Rudi sering mendengar Ikang mengatakan padanya bahwa ia takut Marissa Haque keburu disambar oleh lelaki lain yang memang dimasa itu sangat banyak yang sedang mengincar calon kekasihnya lawan bermainnya dalam film "Tinggal Landas buat Kekasih."

Tak lama setelah Ikang memutuskan tali cinta dengan teman sesama mahasiswa di Universitas Indonesia--penyanyi pop melow asuhan Rinto Harahap bernama Christine Panjaitan--Ikang menyatakan tekad wajib menjadikan Marissa Haque sebagai istrinya. "Tak boleh ditunda lagi," katanya saat itu. Apalagi calon ibu mertua Ikang seorang keturunan darah biru dari Jawa Timur telah menerima Ikang dengan tangan sangat terbuka. Tantangan kecil hanya datang dari calon ayah mertuanya yang menginginkan Ikang Fawzi calon menantunya adalah seorang dokter dari Rumah Sakit Pusat Pertamina (yang diurusnya) atau sebaiknya Ikang Fawzi jadi penyanyi keroncong saja! Konyol memang...

Ketika Ikang dan Marissa sudah 'jadian', konon dikhabarkan Marissa Haque pernah sangat cemburu pada sang mantan Ikang bernama Christine Panjaitan. Atas beberapa kali kejadian--dikarenakan tanpa sepengatahuan Marissa atas informasi dari (alm) ibu kandung Ikang dan kakak tertua Ikang Kak Uttie Fawzi-Tangkau--Christine Panjaitan masih sering bertelpon-ria kerumah Ikang atau kekantor Kak Uttie untuk sekedar curhat atau diskusi 'rahasia' tertentu tentang penderitaan dia dibawah tekanan keluarganya harus menikah dengan sesama orang Batak dan dari agama yang sama (HKBP). Marissa pun lalu berang, dan mengancam akan meninggalkan Ikang dengan memilih pergi ke Amerika Serikat dengan cara menerima tawaran main dalam film produksi Bapak Hatoek Soebroto dan sutradara Sophan Sophiaan. Tak kurang, Ikang pun juga lalu panik dan menjadi sangat cemburu! Karena lawan bermain Marissa didalam film yang akan diproduksi tersebut bukan dirinya.