Tuesday, December 13, 2011

Eh Retour Plus

 
= Eh Retour Plus, Eh Kembali Lagi =


Hallo...Assalamu'alaikum!! :D Nice to be here again. Well almost 3 months Nisa have been here (called: Muara Bungo). Hampir putus asa, tapi masih punya semangat kalau ingat dulu mencari kerja yang enak itu tidak mudah (tapi insyaAllah bisa dan Alhamdulillah berhasil).  InsyaAllah tetap bisa bertemu jodoh #23tahun, menikah dan bersama suami dan keluarga sukses mulia dengan home base di Surabaya atau yang lebih baik dari itu. Amin. 

Oh ya, pernah punya barang pemberian Ibu? pasti sangat berarti ya... Sesuatu Banget!  Kalau sedang suntuk kamar bisa berantakan, saat itu cincin emas putih pemberian ibu tidak ada di tempatnya, di jari Nisa maksudnya, kemana ya? dimana.. dimana..(nyanyi ala ayu ting ting). 2 minggu mencari, tidak jua ditemukan, than what? "ya Allah, jika memang masih rezeki Nisa please bisa kembali ke Nisa, mudah-mudahan insyaAllah masih*ngarep poll!*". Selesai berdoa dalam hati, tiba-tiba aja tangan ini tergerak untuk membereskan kasur dibagian bawah. Eh, cincinnya ketemu! Ga sampai 5 menit! Ya Allah, Engkau Maha Pemurah.

"Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui" (Qur'an. Asy-Syu'ara' -220).


Sebenarnya sudah lama ingin menulis ini, suatu saat menjadi pengingat bagi Nisa dan bagi siapapun yang  membacanya. Bahwa, Allah itu dekat. Mintalah PadaKu, Niscaya Ku beri. (Qur'an. Al-Mukmin - 40).

“Everyone Can Change, Because Impossible is Nothing” -Antony Robbin-


Cincin yang Dibelikan Bunda sewaktu SMP. Love u Bun!


Alhamdulillah, be inspire one! :)


Best Regard, 
-Anisa Karismaulia-








Tuesday, November 1, 2011

le Miracle de Istighfar #2

= le Miracle de Istighfar , Keajaiban Istigfhar =

Whola.... Now I want to share my own story when I was in Bengkulu *tugas dinas*.

Hampir 5 bulan di Bengkulu, rindu rumah, tapi tabungan belum banyak, hahaha... Apalagi pas itu sudah turun SK ke-2 di pindah ke Muara Bungo. Pada saat itu yang terpikir cuman 1! Lakukan yang terbaik di hari-hari terakhir dinas di Bengkulu. Nikmati tiap waktunya, bekerja sungguh-sungguh, bicara dengan hati sungguh saat berhadapan dengan rekan kerja. 

Ok, back to the desk job! Ada satu debitur baru yang harus diselesaikan sebelum Nisa pindah, Bismillah, finish it. Seperti biasa, Nisa gunakan jurus istigfhar untuk menghilangkan segala keraguan dan emosi pada saat ingin mencapai sesuatu atau menyelesaikan sesuatu, secara pada saat itu berat banget perasaan Nisa karena harus dipindah ke daerah yang lebih kecil lagi (but Thank God!, The Place that I standing out right now is great, I meet more people with high motivation to be better :D :D-Muara Bungo-).

Astagfitullahalazim, astagfirullahaladzim, astagfirullahaladzim, keep workiiiing... 

Then, time to break is coming! Lunch time ^^ Hari itu benar-benar terasa berbeda, makan masakan padang, satu persatu wajah bapak dan ibu rekan kantor aku pandangi satu persatu, Nisa jadi sadar, bahwa semua kadang tidak selamanya, seandainya lebih banyak senyum kutorehkan dari pada Nisa menangis saat mendapatkan SK ke -1 di Bengkulu. Allah itu Maha Kuasa, pada saat Nisa merasa tugas di Bengkulu sudah selesai, belajar ikhlas dengan membentuk keluarga baru *keluarga mantan pacar*, membantu pernikahan Teh Rika, dan dengan kondisi kantor yang kurang nyaman, Allah dengar jeritan hati Nisa untuk pindah, walaupun saat itu yang Nisa mohon adalah pindah ke Jawa :P, berharap mudah dapat jodoh #23tahun, toh akhirnya dipindah juga padahal Nisa ingat benar pada saat itu ada salah satu rekan kerja yang ngeledek, "hayoo Sa.. kamu bakal lama kayak aku 8 tahun disini" Astagfirullah, Ya Allah.. ya Allah.. Nisa masih ingin maju, menikah, sekolah lagi, dan jalan-jalan ke luar negeri. InsyaAllah amiin.

Well, sembari makan siang, saat itu Penyelia Nisa, Om Usman, dan Kak Siti sedang membicarakan salah seorang debitur yang terpaksa istrinya tidak bisa tanda tangan perjanjian kredit karena sakit dan berada di SURABAYA, padahal uang kredit baru bisa cair bila PK telah ditanda tangani. Hmm.. awalnya yang berencana berangkat ke Surabaya adalah Om Usman, tiba-tiba beliau melirik Nisa, hahaha... akhirnya dipilihlah 'korban' untuk pergi dinas ke Surabaya menemui debitur tersebut untuk tanda tangan PK, siapa lagi kalau bukan Nisa? :D Ya Allah, Subhanallah Nisa benar-benar tidak menyangka dapat rezeki nomplok, bisa pulang kampung gratis tis tis. 

Allah pun telah menyampaikan dalam ayatnya, bahwa ketika kita memohon ampunan padaNya sesungguhny a pada saat yang sama kita juga sedang berharap nikmatNYA.

"Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi keni’matan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat." (Qur'an. Hud - 3).

Seperti yang disampaikan pula oleh Steve Jobs "Tidak ada alasan untuk Anda tidak mengikuti kata hati Anda.". Remember this. 
Surabaya, Finally I'm Home!!


Alhamdulillah...Allah. Thank You :)

Best Regard,
-Anisa Karismaulia-

Monday, October 17, 2011

Donner Lisse Obtenir

Hallo semua... Assalamu'alaikum. I'm back! Now, guess what? I'm @ Muara Bungo, sebuah kabupaten di Propinsi Jambi. Yap! Nisa sedang dinas sementara di sini. InsyaAllah. Lama tidak menulis blog, Nisa rindu menuliskan miracle moment yang telah terjadi beberapa hari ini. Alhamdulillah, sesuatu banget ya *ala Syahrini* :P. But truly, Allahu Akbar! Maha Besar Allah Sang Maha Pengatur.

= Donner Lisse Obtenir, Give Even Get, Memberi Malah Mendapatkan =




Menjelang akhir tahun, seperti biasanya, hampir semua perusahaan lebih gencar lagi dalam mencapai targetnya, apalagi di dunia perbankan. Nisa termasuk baru di Cab Muara Bungo, tapi tetap saja dapat target ekspansi, so mulailah Nisa melakukan strategi untuk mendapatkan banyak debitur baru, tentu saja dengan tetap mengedepankan berdoa pada Allah minimal dalam bulan ini 2 Milyar bolehlah. Ok, ekspansi dilakukan hingga ke daerah Rimbo Bujang, salah satu kecamatan di Muara Bung. Singkat cerita, Nisa mendapatkan target seorang pengusaha telpon seluler di kecamatan tersebut dan Nisa datang ke toko beliau, Pak X. Tidak menemukan beliau di toko itu, Nisa tinggalkan kartu nama kepada salah satu karyawan di toko itu.

Keesokan paginya Nisa mendapati 1 map berisi permohonan kredit lengkap bersama persyaratan yang dibutuhkan dari Pak X. Rekan kerja Nisa merasa Pak X adalah calon debitur yang diincarnya sejak lama. Dalam hati Nisa, "Nisa, sudahlah.. berikan saja prospek kredit itu pada Mb. Y. Dia sudah lebih lama bekerja disini, mungkin itu memang target dia sejak lama. Kalau bukan rezekimu, sudah biarkan. Nanti cari lagi rezeki lainnya". Akhirnya Nisa bilang ke Mb Y, "Mb, ini Pak X, Mb aja yang kerjakan. Kan target Mb sejak lama, Pak X cuman nitip data aja ke Nisa. Nih berkasnya!" :). Diterimanya berkas tersebut dengan senyum dibibirnya.


Selepas makan siang, Nisa lanjutkan pekerjaan Nisa. Tiba-tiba Ibu Penyelia Nisa berkata, "Y, berkas Pak X berikan ke Nisa. Biar Nisa yang kerjakan, kamu kerjakan yang lain ya. Kan sudah banyak tuh". Subhanallah... Nisa akhirnya mengerjakan advis Pak X. Maha Suci Allah yang Maha Memberi Rezeki. Alhamdulillah! Mudah-mudahan kreditnya lancar hingga akhir. InsyaAllah Amin :).

Alhamdulillah. Kata hati sesungguhnya selalu jujur, percaya pada Allah, kemudian ikuti kata hati itu.

Be Inspire One! ;)

Best Regard,
-Anisa Karismaulia-





Tuesday, June 21, 2011

Just Believe ^^

Dear all great readers,

I'm back

Assalamu'alaikum... :)

untuk post kali ini saya mau menceritakan pengalaman saya mendapatkan 5 pekerjaan terbaik sekaligus dalam waktu 3 bulan!


Memang kata orang lebih baik menjadi pembisnis dari pada karyawan, namun bukan itu yang saya mau tekankan. Disini yang mau saya ceritakan ialah bagaimana kita bisa menerapkan sikap tawakkal, ikhlas, fakus, tenang, sabar, serta bahagia dalam memperoleh rezeki tersebut.


Dan tetap ingat melibatkan Allah setiap pengambilan keputusan. Minta IZINNYA, minta RIDHANYA:)





berlanjuuuut...

Saturday, January 1, 2011

Taxi Driver yang Pandai Bersyukur

Kekayaan itu teletak pada hati.

Orang / pribadi yang pandai bersyukur itu kaya. ITU PASTI.

Dia yang menentukan sendiri nilai kekayaan itu, sedikit banyak dari kaca mata orang akan menjadi banyak di kaca mata dia sendiri, dan ujug-ujugnya perasaan positif yang dia rasakan.


Nisa ambil contoh :
ada 3 orang mantan pengusaha, yang pernah mengalami kebangkrutan


- Yang satu sibuk dan pusing untuk menjual rumah agar hutang-hutang dibank terlunasi. Raut muka cemas.
- Yang satu belajar nerimo dengan tetep sabar dan bersyukur, jadi supir taksi.
- Yang satu tetap bekerja seperti biasa. Masih menenangkan hati.


Luar biasa, bapak supir taksi ini tetap bisa memiliki bisnisnya, apa yang membedakan??

Attitude! Sikap mempengaruhi rasa, rasa mempengaruhi pikiran, pikiran mempengaruhi tindakan/sikap, sikap mempengaruhi hasil.

Kok mbulet ya?

Nggak, itu intinya adalah rasa. Barang siapa yang berhasil merubah rasa / kenyataan dihatinya, dia yang dapat merubah kenyataan hidupnya. Bukankah Allah dah bilang, Allah sesuai prasangaka hambaNYA. :)

Lalu bagaimana dengan SIKAP?

Apa bisa sikap mempengaruhi rasa? BISA!

Kadang2 berpura2 itu perlu, karena sesungguhnya alam bawah sadar kita tidak mengenal kata berpura-pura, apa yang dirasa itulah yang ditarik.

Maka dari itu apapun yang terjadi, ambillah sikap terbaik. Jika belum bisa, diamlah. Biarkan hati menemukan rasa yang enak untuk ditemukannya jawaban.

Back to the Taxi Driver! Dalam perjalanan menuju rumahku, dia menceritakan jatuh bangunnya bisnisnya, padahal dia seorang sarjana matematika lulusan perguruan tinggi yang cukup terkenal di Surabaya. Dalam kisahnya terlihat sekali beliau masih banyak bersyukur atas apapun yang terjadi, apapun yang di terima. dan Whoola! siapa sangka, sekalipun dia seorang supir taksi, dia punya bisnis yang omzetnya hampi 6-7 juta per bulan.



Subhanallah..


Makasih ya pak untuk menguatkanku saat aku merasa harus berpindah kerjaan! *banting stir jadi pengusaha*

Wednesday, December 29, 2010

Fasilitas dan Jilbab


Subhanallah.. Maha Suci Allah yang mendengar isi hati tiap hambaNYA.

Suatu hari, saat penat, ku berserah padaNYA, ku sampaikan bahwa ku menyerah. Ku tak bisa tanpa Allah.
Sore hari saat pulang dari kantor, aq mampir salon untuk creambath. Diperjalanan kepikiran untuk menawarkan fasilitas ke Bu Lilik Sang Pemilik Salon, agar Bu Lilik dapat mempercantik Salonnya. Karena ku
tau semenjak kecil, Salon Bu Lilik selalu ramai.. Tapi ku urungkan niat itu, karena ya sudahlah kan aku hanya ingin creambath. Eh..

Ya Rabb, saat di creambath malah Bu Lilik yang mengatakan ingin mengajukan fasilitas. hehe.. Alhamdulillah.


Then, ada lagi. saat di pijat. kan Bu Lilik pinjam kunci motor ku untuk memindahkan (baca: merapihkan parkir motorku), nah ga sengaja tuh kunci motor ku taruh ke dalam plastik yang berisi dagangan jilbabku. eh,, dibukalah daganganku itu,,, Ya Rabb,, seperti gayung bersambut, ada teman Bu Lilik datang, pengen beli jilbabku. Di beli deh. Alhamdulillah...


Setelah sekian lama,, aku akhirnya tau kesuksesan Bu Lilik, ternyata Bu Lilik hobby bersedekah, dia memang pernah hampir kehilangan segalanya, namun sekarang dia bangkit. dia ikut pengajian, dan selalu bersedekah, memberi dan memberi, kepada siapapun itu. aq liat sendiri laporan keuangannya, sebenarnya beliau tidak mau cerita, tapi kan saat itu kami butuh untuk mengetahui proses dan prospek usaha salon tersebut. Diketahuilah,, semenjak suka bersedekah. selalu saja ada rezeki yang masuk. malah tambah banyak. dan bu lilik juga bilang, sekarang saya ikhlas mba, saya ga takut mati. dulu saya takut mati (kata bu lilik). dulu saya suka hambur-hamburkan uang. sekarang saya yakin seyakin-yakinnya sama Allah. Allah itu ada. Allah Maha Penyayang. Allah sudah atur semua kehidupan.



Bu Lilik, dari hati yang terdalam. Saya haturkan terima kasih, karena saya mendapat banyak ilmu dari ibu. Terima kasih juga menjadi perantara rezeki saya di bidang dagang Jilbab.




Terima Kasih Allah. I LOVE YOU

Saturday, November 20, 2010

Bahagia itu Sederhana


Kalau di kantor tidak bergairah, pasti ada sesuatu yang bisa dibenarkan, siapa? apa? Jawabannya adalah Saya dan hati saya sendiri. Ada yang ajak bergosip, janganlah ikut, pelihara hati dan tutur kata. Ada yang mukanya bermuram durja karena pekerjaan yang setumpuk, tetaplah tersenyum. Ingat.. saya bekerja untuk Allah, segala kebaikan itu kembali pada kita sendiri, sesuai dengan niat kita. Saat kita bekerja, Tuhan pun *bekerja* menilai kita dan memberi balasan yang terbaik.

Pulang kerja, di jalan... sambil menyelam ke hati mengikhlaskan segala perasaan, tiba-tiba melihat seorang bapak tua yang ingin memotong jalan dengan mobilnya, tidak ada yang mau mengalah, akhirnya Nisa persilahkan bapak tersebut untuk lewat, saat itu... tiba-tiba saja.. hati ini terasa sangat plong dan bahagia. Ternyata memang, kebahagian dan kesuksesan itu dari dalam ke luar, dengan memberi dan melakukan yang terbaik, dan hal-hal prinsip serta SEDERHANA yang dilakukan. NILAI-NILAI UNIVERSAL lah yang dilakukan. Dan itu semua ada pada ASMAUL HUSNAnya ALLAH.


IQRA' Nisa,

IQRA' Qur'an

IQRA' your Heart

IQRA' the Universe



a

Tuesday, October 12, 2010

Lahir Kembali

The Circle of Life


Saat Nisa menuliskan hal ini, Nisa sedang mengalami fase-fase kebaikan setelah beberapa hari sebelumnya rekening bank emosi Nisa ditarik besar-besaran oleh mantan pacar Nisa bahkan kawan-kawan sekelas Nisa yang Nisa anggap sudah seperti keluarga Nisa sendiri.

Setiap kali melihat wajah *The Bajingans #mereka menyebut diri mereka sendiri seperti itu#, saat mereka memalingkan muka, memberi julukan-julukan yang kurang baik dibelakang Nisa, membicarakan Nisa di grup BB, dahulu.. Nisa marah, sedih, kecewa , namun sekarang Nisa balas dengan senyum dan doa tulus saya kepada Allah yang Maha Kasih. Mohon ampunan atas dosa Nisa, dan mohon dijauhkan dan dilindungi sifat dengki /iri orang , baik yang terlihat maupun yang Dia sembunyikan. Serta semoga Allah memberi balasan yang setimpal *bukan karena Nisa marah* melainkan supaya mereka tidak menyakiti orang lain lagi seperti mereka pernah #menyakiti# Nisa. Dan tentu saya supaya Allah menenangkan hati Nisa.

Satu hal yang paling penting Nisa pinta ke Allah adalah supaya Nisa tetap dijadikan sebagai hamba yang selalu bersyukur dan jangan Allah cabut nikmat yang telah Allah anugerahkan pada diriku dan keluargaku. Amiiin.

Banyak hal yang patut Nisa syukuri dari hikmah ombak *permusuhan* yang dilakukan oleh kawan-kawan tersebut, antara lain:

1. Nisa menjadi sadar akan tujuan hidup Nisa, mungkin selama ini saya terlalu asyik bermain-main dengan mereka sehingga merasa sepertinya hidup Nisa hanya ada dengan teman-teman sekelas #sindrom anak perantauan. Akhirnya saya kembali lagi pada tujuan hidup Nisa, Visi Misi hidup Nisa.

2. Nisa menjadi belajar bahwa lakukan hal yang baik-baik saja dengan orang-orang disekitar . Maksudnya ketika kita ada keperluan atau suatu proyek hidup yang harus kita capai, lebih baik kita sampaikan dahulu maksud kita pada Allah dan keluarga terdekat terutama orang tua. Ketika memang harus membuat kita memerlukan bantuan orang lain usahakan mereka yang benar *dikirimkan Allah* untuk membantu kita.

3. Nisa jadi lebih sadar untuk tidak terlalu mempedulikan hal-hal negatif yang mungkin dilakukan oleh orang lain kepada kita. Bila kita bisa membalas dengan perbuatan baik itu lebih baik, tapi kalau mereka ngelunjak, janganlah merasa bahwa diri ini sendirian. Ada Allah, semua ada balasannya yang adil ada dariNYA. Dan ini hanya persoalan waktu.

4. Rezeki itu bisa datang dari mana saja. Alhamdulillah dagangan jilbab Nisa laris manis di kantor. Ibu-ibu kantor suka sama jenis dan design jilbab-jilbab Nisa, so Passion and happiness make me rich! Alhamdulillah,,,


Nisa siap untuk lahir kembali. INILAH SAAT YANG TEPAT UNTUK MEMENUHI JANJI PADA DIRIKU DAN PADA TUHANKU, janji ini berkaitan dengan visi misi hidupku. Kebebasan finansial itu tercapai saat terpenuhinya janji diri.

Alhamdulillahirrabbilalamiin,
Yang selalu bersyukur




Anisa Karismaulia






Friday, October 1, 2010

12 Nopember 1912

Hari ini kita belajar untuk menjadi yang terbaik di mata Allah, tidak hanya untuk diri kita sendiri tapi juga untuk orang lain :)

Tuesday, September 28, 2010

new present . Alhamdulillah :)

Saat Lebaran 1431 H, nisa ikut shalat I'd di Lapangan Pemkot Surabaya. Ini ada oleh-oleh ilmu dari imamnya *ga inget nama imamnya:P*, membahas pesan Imam Al-Ghazali.

Yang paling dekat : Allah
Yang paling jauh : masa lalu
Yang paling berat : memikul amanah
Yang paling ringan : menganggp enteng dalam meninggalkan sholat
Yang paling besar : nafsu manusia kecuali yg dirakhmati Allah
Yang paling tajam : lidah


Dan bila membahas tentang doa. Tentang keyakinan, ini dia kuncinya,
Berdoa = langsung kepada Allah, sabar dan ikhlas


Hope usefull for all of us ya...
Happy Idoel Fitri!

:)

Sunday, July 25, 2010

Rahasia Awet Muda

Sabtu, 20.30. Bersama keluarga, menemui seorang dokter gigi di daerah Surabaya Timur.
Sesampainya di rumah yang juga menjadi tempat prakteknya, ternyata beliau tidak buka praktek di hari sabtu. Malahan, beliau habis mandi karena baru pulang dari Bali.

Orangnya ramah, mau menerima tamu baru dengan tetap ceria, walaupun sedang lelah. Beliau menanyakan umur bapak. Ternyata beliau lebih muda 3 tahun dari bapak, padahal dari face dan badannya terlihat masih berumur 40an deh. Subhanallah.. dia tertawa renyah menyebutkan 3 rahasia hidupnya:

1. Banyak bersyukur...
iya, Alhamdulillah.. dia lho dalam 1 bulan harus keliling nasional dan internasional

2. Jangan Marah
orang sering marah bikin kerut. hahaha.. Naudzubillah

3. Nerimo, jangan mengeluh
dia lebih suka menyatakan adzab itu rezeki
dia bilang, "jangan pernah mengeluh pada Allah, mengenai *rezeki* yang diberikanNYA, karena semua itu sudah pasti sesuai kemampuan hambaNYA, tidak mungkin tidak, jangan berharap, kenapa bukan orang lain yang menimpa itu.. jadi belajar nerimo. Yakinlah,, kita bisa melaluinya,"

Intinya hidupnya ga ngoyo, sabar, trus melakukan yang terbaik karena Allah..
Motivasi harus dari dalam hati nya sendiri

Dia bilang, dia bukanlah pemilik kehidupan, jadi mau meninggal besok, 2 hari lagi, atau 20 tahun lagi, dia ikhlas, terserah Allah,, kan Allah yang punya kita. Kita ga punya apa-apa.

trus nanyain pacarku, "ya,, tunggu aja paling habis gini diminta ke ortu, itupun kalau dibolehin sama ortumu". gitu katanya,,, hohoho...


Alhamdulillah...
aku bertemu dengan dokter ini.

Allah pasti ingin aku belajar IKHLAS dari dokter ini,,

enak ya,,, rasanya aku yakin dengan tiap langkahku dan berbuah yang terbaik di setiap proses dan hasilnya. Amiiin


terima kasih ya Allah..

Tuesday, July 20, 2010

Really I got more than 5! Thank U Allah..Alhamdulillah :D

Setiap perjalanan mengandung hikmah, kali ini akan kutuliskan proses Nisa mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan BUMN, sebagai langkah awal untuk mewujudkan cita-cita yang lebih mulia dan manfaat lagi, InsyaAllah amiin. Rasa Terima Kasihku kudedikasikan yang tertinggi kepada Allah, Orang Tuaku, Adik Riri dan Harum, Ustd. Yusuf Mansyur, Pakdhe Aji, Om Cecep dan keluarga, Budhe Acih dan keluarga, Sigit Satrio Wibowo, Dj dan keluarga, Sonia dan keluarga, Lita Mandasari dan keluarga, Mbak Prasti, Mas Yeye, Adi Candra, dan semua pihak yang tidak bisa disebut satu persatu disini, yang telah membantu Nisa dan secara tidak langsung telah membuat Nisa sadar dan semakin bersyukur, bahwa hidup ini indah. InsyaAllah dengan semakin kita bersyukur, Allah akan menambah nikmat kita. Amiin. Alhamdulillah.
*************************************************************************************



continue

Sunday, July 18, 2010

Pesan dari mantan Adjudan Bung Karno


Sabtu pagi di Jakarta, Nisa beli pangsit mie. Jakarta.. Alhamdulillah.. Nisa jadi teringat masa-masa di Surabaya, terima kasih atas masa awal perjuangan itu. Nisa teringat kembali niatku di Jakarta untuk apa, kemudian ingat pula janji-janji Allah, bahwa yang bertaqwa pasti di beri rezeki termasuk jodoh yang baik. Aku minta ampun pada Allah, aku beristighfhar, sambil melangkahkan kakiku ke pangsit mie. Aku pesen pangsit dan baksonya juga. Duduk disebelah pinggir bangku panjang, hatiku terus saja berdzikir.

Saat itu ada seorang bapak melihatku, dia menyapaku,

"Mbak sudah pesan makanannya? "
"Sudah pak (sambil tersenyum)"
"Mbak tinggal dimana?"
"No. 52 Pak"
"Kerja dimana mbak?"

Singkat cerita, kami jadi diskusi panjang lebar *Nisa sambil makan*, jika ingat beliau, Nisa sedikit merinding. Beliau, dahulu ialah adjudan Bung Karno. Lha, Bung Karno saja sudah wafat, ini Adjudannya masih hidup. Beliau ora
ng yang "Kaya Raya", hidupnya selalu cukup, bisa membangun masjid, punya banyak tanah, suka menolong dan berderma. Kami diskusi tentang banyak hal, termasuk karakterku, hingga urusan jodoh. Kebetulan lagi, namanya sama dengan nama bapakku, Pak Suyono.

Yang paling Nisa ingat, beliau berpesan,
selama masih pendidikan, jangan lepaskan doamu. InsyaAllah lulus dengan nilai dan ilmu terbaik. Amiin.

Dan dia menanyakan sholatku dan puasaku. Beliau berpesan: "Jodoh itu urusan sangat penting. Pilih dengan benar, sehingga hanya kebahagiaan yang kamu peroleh dengan suami dan keluargamu hingga akhir hayat kalian kelak.
Jaga sholatmu, tambah dengan puasa. Siapa tahu kamu dapat seorang pengusaha yang sholeh dan setia, yang cocok denganmu. Amiin".

Beliau bertanya lagi, "tanggal lahirmu berapa?"
Kemudian Nisa bertannya kembali, "Bagaimana kita seseorang itu jodoh kita? apa perlu saya cocokkan tanggal lahir kami? *dengan sedikit bercanda, kulontarkan pertanyaan itu*.

Beliau jawab: "Tidak usah terlalu begitu, sebagai hamba Allah, kita hanya boleh meminta kepada Allah. Minta jangan sedikit, Minta yang Banyak, Karena Allah Maha Kaya dan Maha Pemberi. Tetaplah berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Hadits"

Jadi teringat dengan apa yang disampaikan oleh Ustad Yusuf Mansyur, "yang bertemu denganmu
terkadang, bukanlah dia yang sebenarnya, tapi dia menjadi perantara petunjuk ataupun rezeki bagimu".

Nisa kembalikan saja pada niatku, mudah-mudahan diberkati dan dimudahkan proses dan hasilnya. InsyaAllah, Amiiin.. :)




Pagi ini, aku menelepon Eyang *eyangnya Lita* di Jogja, minta doa restu,

"Eyang, nisa mau nikah, mohon doa restu"
"O ya, Alhamdulillah. Kapan?"
"Belum tau yang"
"Lho ko ga tau, lha terus sama siapa?"
"Alhamdulillah ada saja yang mengajak Nisa nikah, mm,, bagaimana kita tau salah satu dari itu adalah kebenaran?"
"Lha, nisa yakinkan istiharah.. Satu-satu saja Sa. Selesaikan pendidikan kerjamu dulu, terus nikah, tapi sambil jalan, terus berdoa, bersyukur saja ketemu pria siapapun, seperti apapun jenis sifat pria itu, kamu jadi tau, udah sekarang fokus satu-satu, tetep berdoa ya nduk,, InsyaAllah, kamu ketemu yang cocok, dan TERBAIK, untuk dunia dan akhiratmu. Wis ta lah, yakin aja nduk. Kamu sukses dunia akhirat ya,, amiin."

Amiin,, terima kasih atas semua doa,


"Dan tiadalah dosa atasmu pada apa yang kamu bersalah padanya, tetapi apa yang disengaja oleh hatimu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". (Qs. Al-Ahzab 5)

NB: Untuk suamiku tercinta kelak, aku harap kau membaca isi blogku, karena kau akan tau wanita seperti apa yang kau nikahi ini, sehingga kita berdua dapat menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing, dan membuat hidup kita lebih bahagia dan bermanfaat saat bersama kelak. Semoga Barokah. Amiin. I knew I love you before i met you. ^^
Alhamdulillahirabbilalamiin
Yang selalu berlalu bersyukur,
Anisa Karismaulia

Tuesday, June 1, 2010

Thursday, April 8, 2010

Malaikat itu dimana-mana. Alhamdulillah... :)




Ketika aku mengalah, akhirnya aku bisa merasakan ketenangan. Ternyata berserah padaNYA itu enak dan aku bersyukur. Sangat!. Allah kirimkan malaikat yang sungguh baik, Bapak dan Ibuku. Alhamdulillah..











Terima Kasih Allah :D

Tuesday, March 30, 2010

Lalu, Sekarang, Kemudian.

Ketika melihat suatu tayangan TV, hati teringat sesuatu yang kurang mengenakkan di masa lalu, ingin marah, namun ke siapa dan untuk apa, toh sekarang sudah dalam fase sekarang dan menuju ke kemudian. Tapi PR untuk membersihkan hati harus berjalan saat itu juga, jadi ku berdoa, "Ya Allah, ampunilah dosaku, lapangkanlah hatiku dan hilangkanlah amarahku. amiin". Lalu ku bergerak lagi menuju masa depanku, dengan pribadi-pribadi baik di sekelilingku, dan aku sangat bersyukur atas itu. ALHAMDULILLAH.

Nah, berikut ini, ada bahasan menarik dari pak Mario Teguh mengenai temaku; Lalu, Sekarang, Kemudian; O ya, no.5 itu memang harus jelas di hati kita dan bersih di hati kita untuk no.6-7.

How Is My Future (#HIMF)

http://marioteguh.blogspot.com/2010/02/how-is-my-future-himf.html

1.Apakah kekhawatiran Anda mngenai masa depan, membuat Anda merencanakan hanya yang kecil-kecil?


2.Bagi yang takut gagal, apakah sudah jelas Anda takut gagal APA?

3.Bagaimana mungkin Anda menyebut keadaan yang penuh keluhan dan tidak menghargai Anda, sebagai Comfort Zone?

4.Anda jenis pribadi yang mana? Yang disemangati oleh keberhasilan atau yang dikecilkan oleh resiko

5.Jika Anda disemangati oleh keberhasilan, maka inginkanlah yang besar, upayakan yang besar, dan besarkanlah kesabaran Anda.

6. Anda tidak mungkin melihat masa depan dengan jelas, jika hari ini Anda masih sibuk me-nyeret-nyeret puing-puing masa lalu Anda.

7. Menyesali masa lalu yang buruk hanya akan melemahkan Anda. Syukurilah kesalahan masa lalu yang telah mnjadikan Anda pribadi yg baik hari ini.



Wednesday, March 17, 2010

The Millionaire Mind :)

  • Jujur kepada semua orang
  • Menerapkan disiplin
  • Bergaul baik dengan orang lain
  • Memiliki suami atau istri yang mendukung
  • Bekerja lebih giat daripada kebanyakan orang
dan pondasi terkuatnya ialah Beriman pada Allah, Berislam, disempurnakan dengan Ikhsan di hidupnya.


Picture: www.brightonandhovepct.nhs.uk/he...d%3D3098

Thursday, February 11, 2010

The Miracle of Istigfhar. Subhanallah :)


http://images.google.co.id/imgres?imgurl=http://gm88.files.wordpress.com


Nisa (2/9/2010 5:45:28 AM): mbak... met pagi, ikut oriflame ya?
Nisa (2/9/2010 5:45:30 AM):
unidede (2/9/2010 5:45:39 AM): iyaa
Nisa (2/9/2010 5:45:56 AM): aku kayak barusan baca blognya mbak
Nisa (2/9/2010 5:46:15 AM): mbak juga udah ikut quantum ikhlas ya?
unidede (2/9/2010 5:46:30 AM): hehehe iya
unidede (2/9/2010 5:46:36 AM): baru yang pertama
unidede (2/9/2010 5:46:45 AM): nisa dah ikutan juga?
Nisa (2/9/2010 5:46:49 AM): mind fokus maksudnya?
unidede (2/9/2010 5:46:55 AM): hooh
Nisa (2/9/2010 5:47:16 AM): nisa belum, moga2 ja, habis kerja,dapet rezeki terus ikut deh
Nisa (2/9/2010 5:47:18 AM): amiin
Nisa (2/9/2010 5:47:20 AM): hehehe
Nisa (2/9/2010 5:47:24 AM): nisa baru lulus
unidede (2/9/2010 5:47:35 AM): Amiin
unidede (2/9/2010 5:47:43 AM): baca bukunya dulu aja nis
Nisa (2/9/2010 5:47:50 AM): ya
Nisa (2/9/2010 5:47:53 AM): udah mbak
Nisa (2/9/2010 5:47:56 AM): dua2nya
Nisa (2/9/2010 5:48:08 AM): cuman yang menarik waktu nisa baca blognya mbak
unidede (2/9/2010 5:48:09 AM): aku malah belum punya yang kedua euy
Nisa (2/9/2010 5:48:28 AM): ada sesi pelatihan self talk, gitu
Nisa (2/9/2010 5:48:44 AM): yang tangan kiri kayak bawa besi itu ya?
Nisa (2/9/2010 5:48:48 AM): ada kan?
unidede (2/9/2010 5:49:05 AM): ow itu bukan mind focus nis
unidede (2/9/2010 5:49:59 AM): itu dari adam khoo
Nisa (2/9/2010 5:50:44 AM): ow..
Nisa (2/9/2010 5:50:58 AM): menarik, mbak, ada tips ga
Nisa (2/9/2010 5:51:11 AM): gimana , proses terbaik yang kita pilih
Nisa (2/9/2010 5:51:15 AM): supaya endingnya
Nisa (2/9/2010 5:51:42 AM): kita dapet kerjaan kantoran yang diberkati Allah juga menyenangkan bagi kita *menenangkan hati*
unidede (2/9/2010 5:52:21 AM): sebaiknya ditulis nis
unidede (2/9/2010 5:52:38 AM): maunya nisa dapet kerjaan yang seperti apa
unidede (2/9/2010 5:52:42 AM): sambil dibayangkan
unidede (2/9/2010 5:52:50 AM): sedetail mungkin klo bisa
unidede (2/9/2010 5:53:20 AM): abis itu tulis apa aja yang bikin niza ragu
unidede (2/9/2010 5:53:20 AM): nisa
unidede (2/9/2010 5:53:35 AM): sambil nulis sambil istighfar
unidede (2/9/2010 5:53:53 AM): minta ampun sama Allah karena udah meragukan kemampuan Allah untuk mengabulkan doa nisa
unidede (2/9/2010 5:54:16 AM): abis itu bayangkan klo nisa udah dapet pekerjaan itu
unidede (2/9/2010 5:54:31 AM): sambil dirasa2in senangnya kerja
unidede (2/9/2010 5:54:45 AM): sambil mengucap alhamdulillah karena udah bekerja
unidede (2/9/2010 5:55:29 AM): sambil praktek dari hal2 kecil nis
unidede (2/9/2010 5:55:58 AM): misal aku pernah pulang kantor, banyak bawaan trus udah capek banget
unidede (2/9/2010 5:56:09 AM): trus aku bayangin di depan ada yang bisa ditebengin
unidede (2/9/2010 5:56:37 AM): sambil membayangkan perasaannya enak kalo dapet tebengan
unidede (2/9/2010 5:56:48 AM): alhamdulillah sampai depan, ada yang bisa ditebengin
unidede (2/9/2010 5:56:51 AM): subhanallah
Nisa (2/9/2010 5:57:24 AM): Subhanallah.... ya mbak Alhamdulillah. hal-hal "kecil" berjalan lancar, bahkan lebih baik dari yang nisa bayangkan. tapi sidikit bicara ttg "kegagalan bulan nove-des", apa perlu nisa evaluasi lagi. karena yang lalu memang sampe hampir dapat *udah interview akhir*. sempat kebawa stress aku mbak. apa perlu aku evaluasi?
unidede (2/9/2010 5:58:11 AM): diikhlasin nis
unidede (2/9/2010 5:58:19 AM): berarti memang belum rejekinya nisa
unidede (2/9/2010 5:58:25 AM): jangan sampe stress
unidede (2/9/2010 5:58:28 AM): klo stress, istighfar
unidede (2/9/2010 5:58:45 AM): jadi kata mas erbe kayak menggenggam tangan
unidede (2/9/2010 5:58:49 AM): tau kapan mengepal
unidede (2/9/2010 5:58:56 AM): dan tau kapan melepaskannya
unidede (2/9/2010 5:59:10 AM): klo udah usaha maksimal, hasilnya diikhlasin aja
unidede (2/9/2010 5:59:28 AM): sambil dibayangkan rasanya klo diterima
unidede (2/9/2010 5:59:50 AM): tapi klo ga diterima pun ikhlasin aja
unidede (2/9/2010 6:00:11 AM): yakin udah ada yang terbaik yang disiapkan Allah buat nisa
Nisa (2/9/2010 6:00:46 AM): Subahanallah...
Nisa (2/9/2010 6:00:51 AM): makasih ya mbak...
Nisa (2/9/2010 6:01:04 AM): pencerahan pagi, untukku...
Nisa (2/9/2010 6:01:11 AM): Alhamdulillah
Nisa (2/9/2010 6:01:31 AM): ya mbak ya, ada Allah di balik semua kejadian.
unidede (2/9/2010 6:01:52 AM): iya nis
Nisa (2/9/2010 6:02:01 AM): OK. I'll write my pray about my project life
Nisa (2/9/2010 6:02:13 AM): o y, mbak lagi hamil ya,,,?
unidede (2/9/2010 6:02:22 AM): belum.. Amiin
unidede (2/9/2010 6:02:23 AM):
Nisa (2/9/2010 6:02:45 AM): moga2 dilancarkan,,, dimudahkan segala urusannya mbak ya,, amiin.
unidede (2/9/2010 6:02:51 AM): Amiin
unidede (2/9/2010 6:03:10 AM): nis, setelah berdoa, jangan lupa buka mata dan telinga ya
unidede (2/9/2010 6:03:34 AM): mungkin aja ada kejadian yang merupakan jalan dari Allah buat mengabulkan doa nisa
Nisa (2/9/2010 6:04:35 AM): ok mbak,,i'll do it.
Nisa (2/9/2010 6:04:53 AM): makasih banyak ya,,, mbak next time bisa disambung lagi ya,, hope with good news.
Nisa (2/9/2010 6:04:57 AM): amiiin
unidede (2/9/2010 6:05:00 AM): Amiin
Nisa (2/9/2010 6:05:03 AM): see ya
Nisa (2/9/2010 6:05:09 AM): muah!
unidede (2/9/2010 6:05:19 AM):
unidede (2/9/2010 6:05:22 AM): gut lak ya nis
Nisa (2/9/2010 6:05:28 AM): amin
unidede (2/9/2010 6:05:47 AM): Amiin
Nisa (2/9/2010 6:46:31 AM): mbak,,,,,,,,,,,,,
Nisa (2/9/2010 6:46:35 AM): Alhamdulillah
unidede (2/9/2010 6:46:42 AM): ya nis
Nisa (2/9/2010 6:58:42 AM): satu percakapan *doa* yang kuungkapkan pagi tadi dikabulin..
Nisa (2/9/2010 6:58:52 AM): untuk kerja part time ngajar
Nisa (2/9/2010 6:59:02 AM): lumaan nambah uang saku
Nisa (2/9/2010 6:59:07 AM): plus ngisi waktu
unidede (2/9/2010 6:59:17 AM): alhamdulillah
Nisa (2/9/2010 6:59:27 AM): dan rezekinya yang ampiri aku
Nisa (2/9/2010 6:59:32 AM): aku wis pasrah mbak
Nisa (2/9/2010 6:59:39 AM): istighfar ae tadi
Nisa (2/9/2010 6:59:45 AM): seperti ang mbak bilang
Nisa (2/9/2010 6:59:52 AM): aku ngiklashin
Nisa (2/9/2010 6:59:57 AM): masa laluku
Nisa (2/9/2010 7:00:09 AM): ngiklasin yang belum rezejiku
Nisa (2/9/2010 7:00:12 AM): alhamdulillah
Nisa (2/9/2010 7:00:16 AM): makasih ya mbak..
Nisa (2/9/2010 7:00:33 AM): hope tell you again with the better news
Nisa (2/9/2010 7:00:35 AM): amiin
unidede (2/9/2010 7:00:43 AM): Amiin
unidede (2/9/2010 7:00:46 AM): mpe merinding aku nis
Nisa (2/9/2010 7:01:36 AM): ya mbak ,
Nisa (2/9/2010 7:01:41 AM): hatiku juga bergetar
Nisa (2/9/2010 7:01:42 AM): bener
Nisa (2/9/2010 7:01:48 AM): kita itu ga usah ngiyo
Nisa (2/9/2010 7:01:54 AM): *ngoyo
Nisa (2/9/2010 7:01:57 AM): git ternyat
Nisa (2/9/2010 7:02:04 AM): instighfar sing banyak
Nisa (2/9/2010 7:02:09 AM): mbak udah ngajarin aku
Nisa (2/9/2010 7:02:13 AM): makasih banyak
Nisa (2/9/2010 8:23:44 PM): mbak.........
Nisa (2/9/2010 8:23:49 PM): Alhamdulillah
unidede (2/9/2010 8:24:00 PM): ya nis
Nisa (2/9/2010 8:24:01 PM): kenal sama mbak
Nisa (2/9/2010 8:24:05 PM):
Nisa (2/9/2010 8:24:20 PM): walaupun saat ini masih by online
Nisa (2/9/2010 8:24:30 PM): o ya, mbak di US ya?
unidede (2/9/2010 8:24:37 PM): iya nis
unidede (2/9/2010 8:24:52 PM): Alhamdulillah bisa kenal nisa juga
unidede (2/9/2010 8:24:52 PM):
Nisa (2/9/2010 8:25:12 PM): tadi itu tawaran ngajarnya malah dapet 3
Nisa (2/9/2010 8:25:16 PM): ya Allah
unidede (2/9/2010 8:25:35 PM): Alhamdullillah
Nisa (2/9/2010 8:25:44 PM): a ALhamdulillah
Nisa (2/9/2010 8:26:01 PM): aku ambil satu mbak, but i did the best i can do
Nisa (2/9/2010 8:26:10 PM): insyaAllah
unidede (2/9/2010 8:26:52 PM): sip nis
Nisa (2/9/2010 8:26:53 PM): so sekarang fokus pada inti kerjanya,,-ngantor- insyaAllah dapet yang terbaik. amiin
unidede (2/9/2010 8:27:56 PM): Amiin

Thursday, February 4, 2010

Kebahagiaan . Versi ME! :)



http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:zJxW6CuwLL2ceM

Monday, February 1, 2010

Perasaan dan Fikiran Jauh Lebih Kuat daripada Tindakan

Sering judul di atas di sampaikan oleh orang-orang yang berkecimpung di bidang kesadaran / psikologi / transformasi diri / lembaga motivasi.

Pendapat umum mengatakan ya memang yang melatarbelakangi lahirnya suatu tindakan karena memang ada perasaan dan pemikiran di baliknya (orang-orang logis selalu mengatakan pemikiran dia lah yang mendorong dia melakukan perbuatan). Tapi tidak selalu harus seperti itu.


Saya lebih suka "gaya" dari Pak Erbe Sentanu atau Ustad Yusuf Mansyur, melibatkan Allah disetiap waktu hidup membuat kita benar-benar merasakan hidup, merasakan keajaiban-NYA.

Terima kasih untuk setiap "guru" yang ku temui yang mengajarkan tentang keikhlasan, dan memahami diri (baca: hati) dan mengizinkan hati untuk membantu kita untuk hidup di level kehidupan yang lebih baik, lebih bahagia dan sejahtera. Sukses tanpa stress. Sukses dengan damai di hati. Berkelimpahan. Alhamdulillah.

Hidup di tngkat kesadaran tertinggi, dengan bantuan Allah segalanya itu mungkin bisa terjadi. Bahkan BISA TERJADI. Melibatkan Allah di tiap waktu kita, menjaga kepositifan perasaan kita agar tetap di garis orbitnya ("gaya" Pak Ary Ginanjar Agustian).

Pernyataan lebih kuat dari tindakan, mengajarkan saya untuk bersikap PRESENT TIME atau bahkan bisa merasakan PAST TIME. Bersikap seolah-olah semua doa baik telah terkabul, sehingga apapun yang kita kerjakan saat ini hanya menjadi IKHLAS karena Allah. Apa yang kita lakukan adalah untuk kepentingan yang lebih tinggi dan kebaikan bersama, untuk sesama dan alam. Tetap diingat, kita tetap harus bekerja, karena KERJA ITU BERARTI IBADAH, secara tidak langsung kita menebarkan energi positif di dunia ini dengan BEKERJA.

Saya bukan siapa-siapa, Allah itu ESA, Allahlah yang LUAR BIASA.

Berikut ini saya tulis lagi pengalaman yang saya alami dalam memahami tingkat kesadaran hati. Tulisan di blog ini saya buat bukan untuk ajang pamer, melainkan sebagai pengingat bagi diri saya untuk selalu bersyukur, sabar, tenang, semangat, fokus, bahagia dan ikhlas dalam menjalani hidup. Syukur-syukur bila menjadi inspirasi kebaikan bagi pembaca yang lain. Alhamdulillah.

1. Saat semester 1, saya memiliki teman baru, namanya *****. Saat itu saya belum terlalu mengenal dia, ketika ingat dia, saya berdoa saja dan merelakan perasaan saya. Tau-tau dia menelepon saya sendiri dan mengajak bertemu.

Kemudian, di lain hari, saya pernah ingin mengsms ***** untuk membangunkan shalat tahajjud jam 2 pagi, saya lupakan niat itu. Ternyata esok paginya, jam 2 saya terbangun karena ada sms masuk ke hap saya. Dari *****yang isinya, "Bangun.. Tahajjud yuk".

Kemudian, pernah lagi saya mau sms Mas Farid - T. Mesin 2002, "Assalamu'alaikum mas, bagaimana kabarnya? Mas sudah menikah ya? Koq ga undang-undang Nisa sih.. Ya udah, selamat ya...". Ketika tulisan tersebut saya buat dan siap untu memencet tombol SEND, saya mengurungkan niat mengirimkan pesan tersebut, karena saya pikir bila memang mas Farid telah menikah, untuk apa saya mengirim pesan tersebut, toh dia sudah menikah, saya tau diri. Saya DELETE pesan tersebut. Namun ternyata, malamnya, jam 19.00 wib, ada sms masuk ke hp saya. Saya buka, ternyata dari Mas Farid yang isinya, "Assalamu'alaikum dik, bagaimana kabarnya? Adik sudah menikah ya? Koq ga undang-undang Nisa sih.. Ya udah, selamat ya...".
Subhanallah,,, isi sms itu sama persis hanya beda kata mas-dik.

Semenjak saat itu saya menemukan formula menarik, ketika saya ada keperluan dengan seseorang/ingin ditelepon/ingin bertemu, saya niatkan (baca: doa) baik di hati saja, bila perlu saya hubungi, saya hubungi, namun tidak ngotot. Biar Allah yang mengatur "pertemuan" selanjutnya. Alhamdulillah.

2. Mendapatkan hadiah saat mengikuti bedah buku Agus Mustofa. Saat itu peserta yang bertanya akan mendapatkan hadiah sebuah buku. Saat itu saya sedang tidak ingin bertanya apapun. Bapak yang duduk di belakang saya sudah mengajukan pertanyaan dan mendapatkan hadiah buku tulisan Pak Agus Mustofa dengan judul lain. Bapak agak memaksa saya untuk ikut bertanya supaya dapat hadiah juga. Saat itu saya hanya fokus pada materi yang disampaikan Pak Agus Mustofa, sambil tersenyum dan berdzikir. Tau-tau di akhir acara, sang moderator mengatakan ada hadiah menarik bagi peserta yang menempati barisan tempak duduk paling depan, kecuali bagi yang telah bertanya tadi. Dan hadiah yang saya terima ternyata lebih dari sebuah buku, saya mendapat buku plus tempat pensil lengkap beserta isinya. Alhamdulillah.

3. Dalam perjalanan dari rumah ke stasiun Gambir, tiba-tiba terlintas sebuah nama yang pernah ku kenal, Mas Seno. Lah, mengapa tiba-tiba saya ingat dia ya? Di stasiun Gambir ternyata saya benar-benar bertemu dengan Mas Seno dan menyapanya.

Maha Suci Allah yang berada di balik semua kejadian hidup. Neraka itu benar adanya, SURGA itu BENAR ADANYA. dan ALLAH MAHA BENAR ADANYA.

Hidup adalah sebuah perjalanan, Maka kita semua harus ber HATI.HATI di jalan.



Salam Ikhlas.



Anisa Karismaulia ^___^