Thursday, November 20, 2008

InsyaAllah

Tertegun hati saya membaca sms siang ini.

Indah: "nisa maaf ya, indah lupa bawa bukunya, kalau mau besok indah bawain".


Sms itu dari teman saya yang mengabari dia lupa membawa buku yang saya pinjam melalui telpon tadi pagi, buku itu rencananya mau dipinjam kakak senior saya di jurusan lain.

Kembali dalam diri saya, saya teringat bahwa pagi tadi sewaktu saya menulis sms kepada kakak senior saya,

Nisa: "mas, kata temanku, iya bukunya ntar dibawain, insyaAllah siang dia ke kampus".

Nah sewaktu nulis itu, sebenarnya ada sedikit pergolakan batin, dalam hati saya berkata,

"tulis insyaAllah sa, emang yakin temenmu pasti bawa bukunya??? yang pasti dia kan emang ke kampus siang karena kulianya siang"

"tapi nanti mas puto ngiranya 'insyaAllah' itu ga beneran antara iya dan tidak"

dan..............................


Astagfirullahaladziim...
benar kejadiannya teman Nisa itu ga bawa buku.

Ya Allah nisa mohon ampun ya....


Yakin, bertambah yakin, bahwa semua kebaikan yang terjadi memang atas kehendakMU, atas izinMu..



Alhamdulillah
terima kasih atas kasih sayangMU hari ini

Sunday, November 2, 2008

Begin With the End in Mind

AKHIR HARUS LEBIH BAIK DARIPADA AWAL

Kalau kemarin adalah awal, maka hari ini bisa menjadi akhir. Kalau hari ini adalah awal besok bisa menjadi akhir. Kalau besok menjadi awal maka lusa bisa menjadi akhir. Agama memberi tuntunan, bahwa hari ini harus lebih baik daripada kemarin dan hari esok harus lebih baik daripada hari ini. Jika hari ini sama saja dengan kemarin, maka kita tergolong merugi. Jika hari ini lebih buruk daripada kemarin, maka kita tergolong celaka. Dengan kata lain ”akhir” harus lebih baik daipada ”awal”.

Sebenarnya awal dan akhir itu seberapa jauh batasnya? Tidak ada batasnya. Apapun yang kita lakukan selalu ada awalnya dan ada akhirnya. Ketika kita berfikir, ada awalnya lalu ada akhirnya. Ketika kita berbicara dimulai dari awal dan berhenti di akhir. Ketika kita berperilaku, juga berawal dan berakhir. Ketika kita melihat, mendengar dan merasakan, juga ada saat awalnya dan batas akhirnya dalam suatu segmen tertentu. Dan di akhir segmen itulah kita mengukur, menilai dan menyimpulkan apa yang kita peroleh dari satu segmen itu. Apakah lebih baik, sama saja atau bahkan lebih baik daripada kondisi sebelum segmen itu terjadi? Akhir harus selalu lebih baik daripada awal.

Stephen Covey menginspirasi kita dengan istilah “Begin with the End in Mind”. Intinya apapun yang kita lakukan dimulai dengan tahu tujuan akhirnya. Tanpa tahu tujuan akhirnya maka kita tak pernah tahu apakah yang kita lakukan berhasil atau tidak. Agar bisa mengukurnya, maka ukuran dari hasil akhir itu juga harus jelas. Dalam pendekatan NLP dikenal well-formed outcome. Dari segala sisi terlihat suatu keinginan untuk menghasilkan dan meraih yang lebih baik. Akhir yang lebih baik daripada awalnya. Ini menunjukkan bahwa selalu ada dorongan manusiawi yang kemudian dengan akal budi distrukturisasi dengan berbagai metode dan pendekatan yang lebih sistematis untuk mencapai sebuah akhir yang lebih baik daripada awalnya.

Nenek moyang kita berperibahasa: Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Ini mengisyaratkan bahwa akhir harus lebih baik daripada awal. Kalau awalnya sakit maka akhirnya harus senang. Kalau awalnya senang maka akhirnya harus lebih senang.

Allah berfirman: walal aakhirotu khoirun laka minal uulaa

Sesungguhnya akhir itu lebih baik bagimu daripada yang permulaan.

Ahli tafsir memaknakan bahwa perjuangan-perjuang an (Nabi Muhammad) akan menjumpai kemenangan (keberhasilan) , sedangkan permulaanya penuh dengan kesulitan-kesulitan . Juga ditafsirkan sebagai kehidupan akhirat sebagai akhir lebih baik daripada kehidupan awal di dunia.

Ketika waktu terus berjalan, ketika masa terus berganti dan ketika perubahan terus terjadi, maka perjalanan dari awal menuju akhir terus bergulir. Dimulai dari awal lagi berhenti di akhir. Kembali ke awal lagi, menuju ke akhir lagi. Terus-menerus berjalan sampai mencapai akhir yang benar-benar terakhir. Marilah kita raih ”akhir” yang selalu lebih baik daripada ”awal”. Baik akhir yang ada di antara, terlebih utama akhir yang benar-benar terakhir kelak.

Apapun referensinya, apapun yang menjadi dasar keyakinan kita, ukhrawi atau duniawi, marilah kita niatkan dalam diri dan kita realisasikan dalam perilaku untuk selalu berubah menuju yang lebih baik. Kalau kita selalu berubah lebih baik dalam kehidupan duniawi kita, Insya Allah kelak di hari perhitungan kelakpun kita memperoleh yang lebih baik lagi. Memperoleh yang ”terbaik” di ”akhir” yang ”benar-benar akhir” bagi kita.

by

Abdul Aziez

Saturday, October 4, 2008

Bekerja dengan hati ... Bismillahirrahmanirrahiim..:)


Engkau lebih baik dari yang engkau pikirkan.
Keberhasilan ditentukan oleh ukuran keyakinanmu untuk meraih kemenangan.
Ajaklah mereka bekerja dengan hati, bukan dengan kepala,
dan mereka tidak mengitung berapa langkah yang akan dibuat.

-Ary Ginanjar Agustian-

Friday, October 3, 2008

sunnah kehidupan

Angin akan selalu berhembus ke depan,
Air akan mengalir ke depan,
Setiap kafilah akan bergerak ke depan,
dan Segala sesuatu bergerak maju ke depan.

Maka dari itu , janganlah melawan sunnah kehidupan.

(^_^)

Sunday, July 20, 2008

OL jam 2 pagi

ol jam 2 pagi

> Nisa: saya rindu dengan Allah
> Nisa: saya rindu dengan motivasi-
> motivasi saya seperti semester 2-3 dulu
> Nisa: saya rindu untuk tidak
> menjadikan tugas2 kuliah sebagai beban
> Nisa: saya hanya ingin menjadikan
> semua sebagai ibadah saya kepada Sang
> Rabbi
> Nisa: hidupku pengabdian cintaku
> padaNYA
> Nisa: saat ini
> Nisa: bangku kuliahku adalah juga
> mushollaku
> Nisa: meja belajarku adalah hamparan
> sajadah bagiku
> Nisa: belajarku adalah tasbih rinduku
> Nisa: rindu pada Yang Maha Menciptakan
> Lagi Maha Memelihara
> Nisa: Yang Maha Pengasih lagi Maha
> Penyayang
> Nisa: Rindu akan Surga Firdaus Yang
> Dijanjikan Sang Rabbi
> Nisa: dan Janji itu adalah benar
> Nisa: Amiiin Ya Rabbi
> Nisa: Allah Yang Maha Besar lagi Maha
> Bijaksana
> Nisa: Alhamdulillah

Dari ...sahabat LOA (Tips 4 Positive Feeling)

Always feeling good! kunci untuk menarik hal baik ke dalam kehidupan kita. Ini juga pesan yang disampaikan di film The Secret.

Feel good membuat bersemangat, selalu positif dan memancarkan kebahagiaan. Perasaan baik mempunyai kekuatan dan energy yang besar untuk bisa bertindak dan menarik apa yang kita inginkan.

Tapi dalam keseharian ada saja yang membuat kita tidak berada dalam kondisi feel good. Bisa pekerjaan yang stuck, target yang belum tercapai, keuangan yang belum stabil, dan sebagainya.

Nah, berikut tips yang bisa merubah kondisi emosi menjadi selalu feel good:

Flip Switch

Ya tinggal putar tombol. Caranya? Tahan beberapa saat di pikiran Anda kejadian atau gambaran yang positif. Bayangkan kejadian di masa lalu yang membuat perasaan Anda begitu bahagia, membuat Anda bergairah.

Bisa saat kekasih Anda pertama kali bilang ‘I love you too’ :), Moment liburan di tepi pantai menikmati deburan ombak , Atau pada saat Anda diwisuda dan memandang wajah bahagia ibu Anda atau saat mendapat promosi? Apapun kejadian yang membuat Anda senang, make you smile.

Yang penting bukan pada seberapa jelas gambaran yang Anda lihat tapi seberapa kuat perasaan bahagia yang ditimbulkan.

Pada saat Anda tidak berada dalam kondisi Feel Good, latihan Flip Switch ini akan dengan segera mencairkan sampai menggantikan emosi negatif menjadi energi positif.

Action try: Coba saja Flip Switch saat ini. Apapun kondisi perasaan Anda, coba tahan dipikiran Anda -sekitar 15 detik- kejadian yang membawa perasaan bahagia. Dan sekarang rasakan efek positifnya...

Selalu Bersyukur

Bersyukur adalah kondisi emosi yang powerful. Kondisi yang bisa menyelaraskan pikiran, hati dan kedamaian batin. Bersyukur akan membawa otak kita meresponse keyakinan bahwa benar kondisi kita penuh kelimpahan. Penuh keberkahan.

Pada saat kondisi tidak bahagia, stress atau tidak ada motivasi, kita cenderung berfokus pada kekurangan, ketidakberuntungan. Padahal lebih besar dan jauh lebih besar kenikmatan yang sudah kita terima. Beryukur akan dengan cepat merubah kondisi unhappy tadi menjadi feel good.

Bersyukur kita masih diberi kesempatan untuk menghirup udara ini dengan gratis. Apa jadinya bila tiba-tiba saja kita tidak bisa bernafas.
Bersyukur diberi mata yang indah untuk memandang semua keindahan ciptaanNya. Bersyukur ada keluarga, teman, sahabat dan komunitas disekitar Anda.

Berterimakasihlah pada seseorang yang memarahi Anda. Tandanya dia memperhatikan dan ingin Anda lebih baik. Berterimakasihlah pada orang yang menyerobot jalan Anda di jalan raya, yang karenanya Anda dilatih kesabaran.

Bersyukur, apapun kondisi Anda saat ini.

Action try: Ucapkan perasaan syukur pada Allah, dikuatkan dalam hati. Sapa pasangan Anda atau sahabat Anda dan ucapkan terima kasih sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan Anda. Cobalah dan rasakan feel good yang muncul setelahnya

TA dan Nilai Mata Kuliah . Alhamdulillah ^_____^

Assalamu'alaikum.

Alhamdulillah. Hello friend!!. Saya ingin berbagi sedikit cerita, semoga dapat diambil hikmahnya ya.

1. Hasil UAS

Pada awal semester 7, saya punya LOA untuk dapat nilai A pada tiap mata kuliah dan saya tulis afirmasi tersebut di mading kamar, I  call it  "My Dream Board". Namun, pada saat menuliskanya seperti ada rasa ragu, bisa tidak ya saya mendapat nilai A untuk semua mata kuliah? Apalagi di semester 6 ini sks tiap mata kuliah ada 3 sks. Akhirnya saya turunin grate deh nilai yang  saya harapkan jadi minimal AB. Eh ternyata beneran, saya akhirnya dapat nilai A hanya untuk 1 mata kuliah, nilai AB untuk sisanya. Dan saya juga ingat, ada 1 ujian yang pada saat mengerjakan, saya sedang flu saat itu dan tidak yakin dengan hasilnya, seharusnya saat itu setelah selesai ujian nisa berdoa dan pasrah namun karena terbawa khawatir terus (saat itu)... ya akhirnya  saya dapat BC. Well, saya tetap bersyukur, karena dalam kondisi seperti itu (banyak jawaban kosong) saya masih dapat nilai BC. No problemo. Alhamdulillah... ^^


2. Tugas Akhir

Alhamdulillah saya dapat tempat kerja praktek dan tugas akhir  di Kantor Bank Indonesia Surabaya. Pertama kali, saya sudah ada janji untuk bertemu dengan pembimbing TA untuk bertemu di kantor tersebut pukul 7 pagi. Sayabangun pagi-pagi sekali, untuk mempersiapkan proposal sekaligus membaca  materi proposal. Kemudian saya, berangkat pukul 6 pagi, jarak kantor Bank Indonesia Surabaya dengan tempat kos ya lumayan jauh sih, khawatir telat awalnya, terus selama perjalanan saya berdoa gini.. "Ya Allah sampaikanlah Nisa di kantor BI sebelum jam 7  pagi ya Allah, dan pertemukan Nisa di BI dengan Pak Prama (pembimbing TA di BI Surabaya, May Allah bless you forever Pak, thank you for your kindness) pas jam 7 pagi ya... Amiiin". Sambil nyetir, baca shalawat nabi. 


Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. QS. al-Ahzab (33) : 56

“Jika salah seorang di antara kamu berdoa, hendaknya memulai dengan memuji dan menyanjung Tuhannya, dan bershalawat kepada Nabi , kemudian berdoa apa yang dia kehendaki.” (HR. Abu Daud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i dan Ahmad, di-shahih-kan oleh Al-Albani).

Finally, saya akhirnya bisa juga sampai di kantor BI Surabaya pukul 6.30 pagi! Alhamdulillah =)

Lalu karena masih terlalu pagi, saya menunggu di lobby lantai 1. Saya baca kembali materi proposal TA yang akan saya ajukan, eh,,, ternyata saya tidak membawa pena, saya meminjam pena dari Pak Satpam BI. Bapaknya baik banget! Saya diperbolehkan meminjam pena itu sampai lantai 4 ketemu Pak Prama. Nah karena jam 7 masih lama, saya iseng ke kamar mandi. Sebenarnya, di kamar mandi BI lantai 1 itu, Nisa ga pengen ngapa-ngapain sih, hanya ingin tahu kamar mandinya seperti apa, heheheh...

Terus di kamar mandi, saya ngaca sambil batin gini: "Kenapa saya ga minta aja sama Allah , enaknya rasanya kalau saya bertemu langsung dengan Pak Prama di BI lantai 1, di lobby depan itu, so saya ga perlu susah-susah mencari beliau, inginnya saya dijemput di depan, heheheh...". After that, kebetulan sudah pukul 7 tet!, resepsionis datang, saya pun mengurus kartu visitor. Setelah mendapatkan kartu visitor, saya mau menuju ke lift. Eh pas kepala ini menoleh ke kiri (mau jalan ke lift nih) , tiba-tiba ada orang keluar dari lift terus mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan saya dan bertanya "Ini mbak nisa ya?" Weleh-weleh.. ternyata itu Pak Prama, beneran ya, ternyata saya dijemput. saya tidak perlu repot mencari beliau. Subhanallah..Terima kasih ya Allah.

Naik ke lantai 4, saya dipertemukan dengan 2 pembimbing lagi yang akan membantu saya, yakni Pak Otto dan Pak Bagus. Weleh-weleh, saya ditanyain habis-habisan tentang proposal TA yang saya bawa. Saya bersyukur bahwa semalam sempat ngenet buat belajar, lalu pagi harinya sempat  saya pelajari ulang, jadi ga malu2in. Alhamdulillah saya bisa menjawab setiap pertanyaan. 

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Allah Taala berfirman: Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku dan Aku selalu bersamanya ketika dia mengingat-Ku.
Apabila dia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku pun akan mengingatnya dalam diri-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam suatu jemaah manusia, maka Aku pun akan mengingatnya dalam suatu kumpulan makhluk yang lebih baik dari mereka. Apabila dia mendekati-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekatinya sehasta. Apabila dia mendekati-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Dan apabila dia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari. (Shahih Muslim No.4832)

Dari kedua cerita sederhana di atas, saya jadi belajar: Bila kita meminta sesuatu kepada Allah, ternyata beneran ga boleh ragu, YAKINLAH dan tenang aja mintanya (IKHLAS), minta yang benar-benar kita mau/butuhkan, yang baik. Ga perlu berpikir sebaliknya. HARUS BEBAS PRASANGKA (ZERO MIND PROCESS). Semoga Allah meridhai tiap langkah kita semua. Amiin.

best regards

Anisa Karismaulia ganbatte!!!
^^